Al-Jawāb bi al-Sukūt: Pembatasan Makna dan Strategi Pedagogis Al-Qur’an dalam Tafsir Al-Rāzī

Penulis

  • Liza Almaida LSIQH Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Sukūt, Wacana Al-Quran, Pembatasan Epistemologis, Pedagogi Wahyu, Tafsir al-Razi

Abstrak

Al-Qur’an sering dipahami sebagai kitab petunjuk yang memberikan jawaban atas berbagai persoalan manusia. Namun, pembacaan yang cermat terhadap struktur wacana Al-Qur’an menunjukkan bahwa tidak semua pertanyaan dijawab secara eksplisit dan langsung. Dalam sejumlah ayat, khususnya yang diawali dengan formula yas’alūnaka, Al-Qur’an justru merespons pertanyaan dengan pembatasan, pengalihan makna, atau penegasan terhadap keterbatasan pengetahuan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui konsep sukūt (diam bermakna) dengan pendekatan tafsir tematik berdasarkan penafsiran Fakhr al-Dīn al-Rāzī dalam Mafātīḥ al-Ghayb. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan terhadap sumber primer dan sekunder. Ayat-ayat yang dianalisis meliputi QS Al-Isrā’ [17]:85, QS Al-Baqarah [2]:189, dan QS Al-Kahf [18]:22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan jawaban langsung dalam ayat-ayat tersebut bukanlah kekosongan makna, melainkan strategi epistemologis dan pedagogis wahyu. Al-Rāzī memahami pola ini sebagai bentuk pengalihan dari spekulasi metafisik menuju penegasan batas akal manusia serta fokus pada tujuan hidayah. Fenomena ini dalam artikel ini dirumuskan sebagai al-jawāb bi al-sukūt, yaitu jawaban yang disampaikan melalui pembatasan dan pengalihan, bukan penjelasan ontologis. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya studi tafsir Al-Qur’an, khususnya pada aspek relasi antara wahyu, bahasa, dan epistemologi pengetahuan manusia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 2000.

Al-Rāzī, Fakhr al-Dīn. Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, t.t.

Al-Shāṭibī, Abū Isḥāq. Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī‘ah. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 1997.

Al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasat al-Risālah, 2001.

‘Āshūrī, Āyat Allāh. Lafẓ al-Ṣamt fī al-Khiṭāb al-Qur’ānī bayna al-Taṣrīḥ wa al-Talmīḥ. Qom: Markaz al-Dirāsāt al-Qur’āniyyah, 2019.

Ibn ‘Āshūr, Muḥammad al-Ṭāhir. Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr. Tunis: Dār al-Tūnisiyyah li al-Nashr, 1984.

Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 1999.

Izutsu, Toshihiko. God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2002.

Mir, Mustansir. “The Qur’anic Art of Response.” Journal of Qur’anic Studies 7, no. 2 (2005): 1–17.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.

Diterbitkan

2026-05-11

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Al-Jawāb bi al-Sukūt: Pembatasan Makna dan Strategi Pedagogis Al-Qur’an dalam Tafsir Al-Rāzī. (2026). Jurnal Studi Tafsir, 1(1), 83-111. https://jurnal.contradixie.id/index.php/jst/article/view/6