Menyoal 'Salafi Quietist': Studi Perbandingan Salafisme dari Yaman hingga Indonesia
Keywords:
Salafi Quietist; Salafisme; Politik, Quintan Wiktorowicz; Joas WagemakersAbstract
Artikel ini membahas kembali label Quietist sebagai salah satu kategori dalam Pembagian Salafi. Quintan Wiktorowicz menggambarkan Salafi Quietist sebagai kelompok Salafi yang menolak politik dan fokus pada dakwah, pemurnian akidah, dan pendidikan, tidak memberikan batasan yang jelas terkait politik yang dimaksud. Pada saat yang sama, tulisan ini menggugat dasar katagorisasi yang dikemukakan Joas Wagemakers yang, meski mempertimbangkan aspek ideologi dalam Pembagian Salafi, ia tidak mempertimbangkan ranah praktis. Melalui kajian literatur dengan pendekatan metode kualitatif, tulisan ini mencoba mengulas politik partisipasi yang dilakukan oleh “Salafi Quietist” dengan membandingkan gerakan Salafi di beberapa negara. Kami berpendapat bahwa kategorisasi Salafi seharusnya tidak hanya berdasar ideologi, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek perilaku yang terbentuk melalui konteks tertentu. Salafi telah terlibat dalam partisipasi politik meski memiliki prinsip apolitis. Salafi di Yaman berpolitik dengan menjadi pendukung pemerintah sebagai upaya mempertahankan citra mereka di ruang publik. Di Kuwait dan Mesir, Salafi terlibat dalam politik parlemen seiring dengan keterbukaan ruang politik baru. Di Libanon, kondisi yang lebih demokratis membuka ruang bagi keterlibatan politik Salafi. Di Indonesia, pendekatan Salafi terhadap politik bergantung pada situasi sosial-politik negara; dua kelompok Salafi Madkhali dan Rodja beralih secara dinamis dalam mendekati politik.