Membaca Pertunjukan Jaranan Melalui Antropologi Indera

Authors

  • Abdul Aziz UIN Sunan Kalijaga Author

Keywords:

Antropologi indera, , jaranan, pengalaman multisensorial , trance, afek , budaya jawa , musik populer , adaptasi budaya

Abstract

Artikel ini menganalisis sensasi menonton pertunjukan jaranan dari perspektif antropologi indera. Berbeda dengan kajian sebelumnya yang lebih menekankan aspek simbolik, ritual, dan mistisisme, tulisan ini menyoroti pengalaman multisensorial penonton sebagai inti dari daya hidup pertunjukan jaranan. Melalui konsep sensorium, embodiment, sensational forms, serta teori afek, artikel ini menunjukkan bahwa pengalaman menonton jaranan terbentuk melalui orkestrasi simultan antara suara gamelan yang ritmis dan vibrasional, aroma kemenyan dan debu arena, gerakan tubuh penari yang mengalami trance, serta atmosfer emosional kolektif penonton. Pertunjukan jaranan tidak hanya merupakan hiburan visual atau representasi budaya semata, melainkan ruang produksi sensasi yang imersif dan afektif. Suara, tubuh, penciuman, dan afek bekerja bersama membentuk pengalaman liminal yang mendalam, sekaligus menjadi bentuk resistansi terhadap dominasi budaya visual modern dan reproduksi digital. Selain itu, artikel ini menunjukkan bahwa keberlangsungan jaranan juga ditopang oleh kemampuannya beradaptasi dengan perubahan selera auditori masyarakat kontemporer melalui integrasi lagu-lagu religi Jawa, campursari, pop Jawa, dangdut koplo, dan berbagai repertoar populer lainnya ke dalam pertunjukan. Adaptasi tersebut memperlihatkan bahwa jaranan tidak bersifat statis, melainkan terus menegosiasikan tradisi dengan perkembangan budaya populer tanpa kehilangan karakter dasarnya sebagai kesenian rakyat berbasis komunitas. Meskipun pertunjukan jaranan kini beredar luas di media digital, kehadiran fisik di arena tetap diminati karena dimensi sensoris langsung yang tidak sepenuhnya dapat direproduksi oleh layar. Dengan demikian, jaranan menunjukkan bahwa keberlangsungan seni pertunjukan rakyat di era kontemporer bertumpu pada perpaduan antara pengalaman multisensorial yang imersif, keterlibatan afektif kolektif, dan kemampuan beradaptasi terhadap transformasi sensorium masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-10-15 — Updated on 2026-10-15

Issue

Section

Articles